Transformasi budaya keselamatan kerja di dunia industri sangat penting, maka dari itu berbagai upaya yang dilakukan PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas.
Salah satunya menggelar forum diskusi internasional dengan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universiti Sains Malaysia (USM) dengan judul Global Project-Based Learning (GPBL): Construction International Practices di Medan, Selasa (28/4/2026). Sisi lain kegiatan ini juga memperingati Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Internasional.
Direktur Sumber Daya Manusia Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto mengatakan bahwa efektivitas keselamatan kerja di lapangan sangat bergantung pada integrasi antara kompetensi teknis dan perubahan perilaku (behavioral safety).
Menurut Edi, dalam ekosistem logistik dan konstruksi yang memiliki ritme operasional tinggi, keselamatan tidak boleh dipandang sebagai hambatan produktivitas, melainkan sebagai fondasi utama keberlanjutan bisnis. Ia juga menyoroti pentingnya memangkas kesenjangan antara sertifikasi formal dengan realitas kemampuan praktik di lapangan.
“Keselamatan kerja bukan sekadar soal proteksi teknis, melainkan tentang mindset dan perilaku yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama di atas segala tekanan produksi. Di tengah dinamika industri logistik yang padat, standar keselamatan tidak boleh sedikit pun dikurangi, karena hal tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan operasional yang lancar, aman, dan berkelanjutan,” tegas Edi.
Antusiasme peserta salah satunya diungkapkan oleh Yong Xin Jie, mahasiswa dari Universiti Sains Malaysia, yang mengapresiasi wawasan praktis yang dibagikan. Menurutnya, pemaparan ini memberikan pandangan baru bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan industri masa depan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk melihat bagaimana teori keselamatan kerja diterapkan secara nyata di industri besar seperti Pelindo. Diskusi mengenai pemanfaatan teknologi seperti smartwatch dan sistem pengawasan digital dalam K3 sangat membuka wawasan kami bahwa aspek keselamatan kini telah berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi,” ungkap Yong Xin Jie.
Keterlibatan Pelindo Multi Terminal dalam program GPBL ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung sinergi antara dunia industri dan akademisi (link and match). Melalui sharing session ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami kompleksitas manajemen risiko dan standar prosedur darurat yang berlaku di skala internasional.
Sinergi lintas negara ini menjadi momentum bagi Pelindo Multi Terminal untuk memperkenalkan standar praktik terbaik (best practice) pengelolaan SDM dan operasional pelabuhan kepada calon praktisi global. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk terus berkontribusi dalam penciptaan lingkungan kerja yang aman serta pengembangan kapasitas generasi muda yang adaptif terhadap standar industri global.


Comment