PT Pupuk Indonesia Penjualan Regional 1A turut memeriahkan peringatan hari Krida Pertanian 2026 di Kabupaten Karo.
Peringatan Hari Krida Pertanian dengan mengusung tema ‘ Pertanian Maju, Petani Sejahtera, Indonesia Berdaulat Pangan tersebut dihadiri Bupati Karo Antonius Ginting dan Wakil Bupati Komando Tarigan.
“Kami turut aktif dalam kegiatan ini seperti sosialisasi edukasi mengenai pola pemupukan yang berimbang, pengetahuan semua produk PI Grup dan layanan uji tanah gratis dari enam unit mobil yang disediakan untuk melayani kebutuhan petani di Pulau Sumatera dari Aceh sampai Lampung,” kata Hendra Sagita Associate Officer Pendukung pemasaran & Penjualan Regional 1A Pupuk Indonesia di Medan, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Hendra, kehadiran PT Pupuk Indonesia dalam kegiatan ini selain memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani juga untuk memahami masalah pemupukan yang dialami petani di Kabupaten Karo.
Dengan dibuat kegiatan ini Hendra berharap hasil pertanian di Kabupaten Karo semakin meningkat untuk mencapai swasembada pangan nasional.
Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting sangat mengapresiasi adanya dukungan dari berbagai stakeholder salah satunya PT Pupuk Indonesia Penjualan Regional 1A.
Dalam pidatonya, Bupati Karo menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Kabupaten Karo.
Menurutnya sekitar 80 persen masyarakat menggantungkan hidup dari sektor ini, sementara Kabupaten Karo menjadi salah satu pemasok utama komoditas hortikultura di Sumatera Utara.
Karena itu, bagi Antonius, pertanian Karo tidak lagi cukup hanya mengandalkan produksi, tetapi harus bertransformasi melalui modernisasi dan digitalisasi agar mampu bersaing di tengah perubahan pasar.
“Petani harus menguasai market. Jangan hanya fokus menanam, tetapi juga memahami kebutuhan pasar agar harga tetap stabil dan peluang usaha semakin besar,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Karo menerapkan tiga strategi utama. Pertama, memperkuat kemampuan petani dalam membaca dan menguasai pasar. Kedua, mempercepat penerapan teknologi pertanian, mulai dari proses budidaya, pascapanen hingga hilirisasi sehingga hasil panen dapat disimpan selama tiga hingga empat bulan tanpa mengurangi kualitas.
Strategi ketiga ialah memperluas akses permodalan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun pemerintah pusat guna memperkuat kapasitas petani dalam mengembangkan usahanya.


Comment